Buanatotabuan.co,Buol-Pemerintah Kabupaten Buol mempersiapkan langkah tegas dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Merespons pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Bupati Buol Risharyudi Triwibowo menegaskan komitmen daerahnya untuk menindak tegas pengusaha yang menjual bahan pokok di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam keterangan resminya pada Senin (24/2), Bupati Bowo menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol akan melakukan pengawasan pasar secara berkala guna menjaga ketersediaan bahan pokok mulai menjelang Ramadan hingga masuk bulan Syawal atau Lebaran Idulfitri. Langkah ini diambil untuk memastikan harga pangan tetap stabil dan memungkinkan masyarakat menjalankan ibadah tanpa kekhawatiran lonjakan harga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemkab Buol berencana berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk mengawasi distribusi dan memastikan stok bahan pokok seperti ayam, ikan, telur, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, gula pasir, cabai, dan daging sapi tetap tersedia dengan harga wajar. Selain pengawasan rutin, pemerintah daerah juga akan menggencarkan operasi pasar untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha dan distributor, untuk mematuhi ketentuan ini demi kesejahteraan bersama,” tegas Bupati Bowo.
Pernyataan ini sejalan dengan sikap tegas Menteri Pertanian yang tidak memberikan toleransi bagi pihak yang mencoba mengambil keuntungan dengan menaikkan harga bahan pokok di luar HET.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menekan inflasi pangan serta memastikan kestabilan harga menjelang bulan suci Ramadan dan Lebaran. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga ketahanan pangan dan memberikan perlindungan bagi masyarakat agar tidak terdampak spekulasi harga.
(Fikri)














