BuanaTotabuan.co, Boltim – Komitmen Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, SE, M.M., dan Wakil Bupati Argo V. Sumaiku untuk memajukan dunia pendidikan mulai ditunjukan. Kali ini, Bupati dan Wakil Bupati melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja dengan seluruh kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP. Kegiatan berlangsung di aula lantai tiga Kantor Bupati Boltim.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Yusril Damopolii, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi-misi Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Oskar Manoppo dan Argo Sumaiku, yakni Boltim Bangkit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dalam rangka peningkatan disiplin di lingkungan pendidikan, perjanjian ini dimuat dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) antara satuan pendidikan dan Pak Bupati,” ujar Yusril.
Ia menambahkan bahwa salah satu target utama dari perjanjian kinerja ini adalah menekan angka putus sekolah hingga nol persen.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo mengapresiasi Dinas Pendidikan atas inisiatif tersebut. Menurutnya, awal tahun 2025 adalah momentum tepat untuk memulai resolusi dan perbaikan kinerja.

“Perjanjian kinerja ini adalah bentuk komitmen dan kesepakatan dalam pelayanan publik, dengan tujuan meningkatkan integritas, transparansi, dan akuntabilitas aparatur,” ungkapnya.
Sejalan dengan visi daerah “Bangkit Bekerja Membangun Desa Menuju Bolaang Mongondow Timur yang Sejahtera dan Berkelanjutan”, Bupati menyampaikan lima misi utama di bidang pendidikan:
1. Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin dan berprestasi serta calon dokter spesialis.
2. Pemantapan program wajib belajar 12 tahun dan masyarakat melek aksara.
3. Tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak bersekolah.
4. Peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik.
5. Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan bermutu.
Bupati juga menyampaikan bahwa seluruh desa di Boltim telah mengalokasikan anggaran beasiswa melalui APBDes sebesar Lima juta Rupiah per siswa setiap tahun. Selain itu, Pemkab menyediakan beasiswa studi akhir dan beasiswa bagi tiga calon dokter spesialis setiap tahunnya—dua di antaranya dimulai tahun ini.
“Dalam lima tahun ke depan, Boltim akan memiliki 15 dokter spesialis. Jika rumah sakit naik tipe, kita tak lagi bergantung pada dokter dari luar,” tegas Bupati.
Terkait pengelolaan keuangan pendidikan, Bupati menyoroti masih rendahnya capaian indikator LPPD dan LKPD tahun lalu (2,46%). Namun, hal ini telah diperbaiki lewat peninjauan langsung oleh dirinya, Wakil Bupati, dan Sekda.
“Saya sudah tahu sekolah mana yang SPJ-nya tidak ada. Dana BOS bukan uang pribadi. Harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” tegasnya mengingatkan kepala sekolah.
Sementara itu, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku menambahkan bahwa Pemkab telah menyiapkan lebih dari Satu miliar Rupiah untuk menunjang proses belajar-mengajar. Ia juga menyebut akan menghadirkan inovasi pendidikan melalui metode berbasis video trone dan layar sentuh.

“Kami tinggalkan era kapur dan papan tulis. Ini era baru pendidikan Boltim,” ujarnya.
Ia juga menekankan larangan terhadap segala bentuk pungli di sekolah serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai tanggung jawab bersama.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekda, para asisten daerah, jajaran Dinas Pendidikan, serta seluruh kepala sekolah dari jenjang TK, SD, dan SMP se-Boltim.*














