Boltim, Buanatotabuan.co — Argo V. Sumaiku Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menghadiri rapat kerja lintas daerah se-Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang digelar di Rumah Dinas Walikota Kotamobagu, Selasa (11/06).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para kepala daerah dari Kotamobagu, Bolmong, Bolsel, dan Bolmut, serta pejabat teknis terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam forum ini, Wabup Argo memaparkan delapan program unggulan Boltim yang dinilai strategis untuk dikolaborasikan dalam skala regional. Kedelapan program tersebut meliputi konektivitas, lingkungan hidup dan sumber daya alam, ekonomi dan perdagangan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta penanggulangan bencana.

“Konektivitas ini terkait dengan pembangunan infrastruktur. Salah satu contoh konkrit adalah kondisi jalan penghubung antara Kecamatan Passi Timur di Bolmong dan Kecamatan Mooat di Boltim yang hingga kini belum tersambung. Bila dibangun bersama, jalur ini akan mempercepat akses masyarakat antarwilayah,” kata Argo.
Terkait lingkungan hidup dan sumber daya alam, Wabup menekankan pentingnya pengolahan sampah terpadu. Ia menyebutkan, pengelolaan sampah secara terintegrasi dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menjaga ekosistem dan mendukung pembangunan berkelanjutan di BMR.
Dalam sektor ekonomi dan perdagangan, Argo menyoroti pentingnya sinergi dalam mengembangkan potensi daerah. “Penguatan sektor ini akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sektor pariwisata juga mendapat sorotan. Wabup mengungkapkan bahwa Boltim memiliki kekayaan destinasi wisata alam yang perlu dipromosikan secara masif di tingkat regional. “Kami berharap dukungan promosi dari kepala daerah se-BMR untuk mendorong pertumbuhan sektor ini,” katanya.

Di bidang pendidikan, Pemkab Boltim memberikan stimulan berupa beasiswa sebesar Rp 5 juta bagi mahasiswa asal daerah tersebut. Sementara untuk sektor kesehatan, Argo mengakui masih ada kekurangan tenaga medis dan alat kesehatan, terutama di RSUD Boltim.
“Kami harap kekurangan ini bisa menjadi perhatian bersama, sehingga layanan kesehatan di kawasan BMR bisa merata dan optimal,” ujarnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah se-BMR, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pendidikan, serta Rektor Universitas Dumoga Kotamobagu (UDK) bersama jajaran akademiknya. Forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antarwilayah demi percepatan pembangunan kawasan BMR secara menyeluruh.***














