Boltim, Buanatotabuan.co — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar Forum Perangkat Daerah dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029, 8 Juli 2025, bertempat di Aula Kantor Bupati.
Forum tersebut dibuka oleh Asisten Administrasi Umum, Hardiman Pasambuna, yang hadir mewakili Bupati Oskar Manoppo, S.E., M.M.. Kegiatan ini dihadiri para kepala perangkat daerah, pejabat perencana, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Mengusung pendekatan teknokratik dan partisipatif, forum ini menjadi wadah untuk menyelaraskan program lintas sektor, mempertajam indikator kinerja, dan menyesuaikan arah pembangunan daerah dengan visi nasional serta visi kepala daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 adalah langkah awal dari implementasi RPJPD 2025–2045, dengan visi besar.
“Bangkit Bekerja Membangun Desa Menuju Bolaang Mongondow Timur Sejahtera dan Berkelanjutan.”
Makna dari visi tersebut dijelaskan sebagai semangat keluar dari ketertinggalan (Bangkit), dedikasi penuh dalam melayani masyarakat (Bekerja), serta fokus pada tujuan akhir pembangunan yang inklusif dan ramah lingkungan (Sejahtera dan Berkelanjutan).
Forum ini diawali dengan laporan dari Kepala Bappeda Boltim, Ir. James H.D. Kinontoa, yang menegaskan pentingnya sinergi antarperangkat daerah dalam menyusun dokumen pembangunan jangka menengah yang responsif, akuntabel, dan realistis.
Bupati juga mengingatkan bahwa proses ini harus adaptif terhadap perubahan kebijakan, menjawab kebutuhan masyarakat, dan menyusun program berdasarkan pagu indikatif pendanaan yang tepat sasaran.
“Saya berharap forum ini bukan sekadar formalitas, tapi jadi ruang konsolidasi untuk menyusun pembangunan Boltim yang progresif dan berkelanjutan,” pesan Bupati.
Forum ini menjadi bagian strategis dari perjalanan Boltim dalam mewujudkan transformasi pembangunan yang menyeluruh, terintegrasi, dan menjawab tantangan masa depan. Dokumen RPJMD yang sedang disusun akan menjadi kompas pembangunan hingga lima tahun ke depan, sekaligus fondasi untuk menuju Indonesia Emas 2045.***














