Boltim, Buanatotabuan.co — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Kesepakatan itu ditegaskan melalui rapat paripurna DPRD Boltim yang digelar di ruang sidang utama, Senin, (11/08).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat tersebut dipimpin Ketua DPRD Samsudin Dama dan dihadiri Bupati Boltim Oskar Manoppo, Wakil Bupati Argo V. Sumaiku, Penjabat Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, jajaran asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, sangadi, ketua BPD, unsur Forkopimda, tenaga ahli bupati, serta insan pers.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa RPJMD merupakan dokumen strategis yang akan menjadi pedoman pembangunan lima tahun mendatang.
Isinya memuat visi, misi, tujuan, hingga program kerja yang disusun untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus menjawab tantangan pembangunan di daerah.
“RPJMD 2025–2029 disusun dengan visi ‘Bangkit Bekerja Membangun Desa Menuju Bolaang Mongondow Timur Sejahtera dan Berkelanjutan’. Visi ini kami harmonisasikan dengan visi nasional ‘Bersama Menuju Indonesia Emas 2045’,” kata Oskar dalam sambutannya.

Visi tersebut, lanjutnya, dijabarkan dalam enam tujuan, 15 sasaran, dan indikator kinerja yang terukur.
Semua itu akan menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan daerah dalam mengawal program pembangunan di berbagai sektor.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD dan Panitia Khusus RPJMD yang dinilai telah bekerja keras membahas rancangan ini bersama tim eksekutif.
Menurutnya, pembahasan berlangsung dinamis dan serius sehingga menghasilkan dokumen yang lebih komprehensif.
Setelah disepakati bersama, RPJMD akan dievaluasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.
Bupati Oskar meminta seluruh perangkat daerah berperan aktif melengkapi dan menyempurnakan dokumen sebelum batas penetapan 20 Agustus 2025, sebagaimana diatur dalam perundang-undangan.
“Dengan disahkannya RPJMD ini, kita punya peta jalan yang jelas dan terukur. Dokumen ini tidak hanya sinkron dengan prioritas nasional dan provinsi, tetapi juga mengakomodasi aspirasi masyarakat Boltim,” ujarnya.
Kesepakatan RPJMD 2025–2029 diharapkan dapat mendorong pembangunan yang lebih merata hingga ke pelosok desa.
Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan infrastruktur, peningkatan layanan publik, pemberdayaan ekonomi lokal, serta pelestarian lingkungan.

Rapat paripurna yang berakhir larut malam itu menjadi tonggak penting dalam perjalanan pemerintahan Oskar–Argo.
Selanjutnya, seluruh pihak diminta menjaga sinergi agar program yang tertuang dalam RPJMD benar-benar terlaksana dan membawa dampak nyata bagi masyarakat.***














