Boltim, Buanatotabuan.co — Partai puncak 16 besar Tripika Cup Kecamatan Nuangan yang mempertemukan WHD Connection Nuangan melawan KODIM Bolmong berlangsung sangat menghibur dan menegangkan, terutama bagi para suporter dan pecinta sepak bola lokal.
Pertandingan ini menjadi laga hidup dan mati demi memperebutkan tiket ke babak 8 besar.

Sejak peluit awal, WHD Connection langsung tampil dominan, menguasai jalannya permainan. Namun, di luar dugaan, KODIM Bolmong justru berhasil mencuri gol lebih dulu di menit ke-20 lewat kaki Alfian Malingkas, memanfaatkan blunder akibat miskomunikasi antara bek dan kiper WHD, Dandi Lauma. Skor 0-1 untuk KODIM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun semangat anak-anak Nuangan tak padam. Tepat di menit ke-33, Wandri Budi, pemain lokal andalan WHD, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol ini menjadi gol ke-8 bagi Wandri di turnamen ini, sekaligus menobatkannya sebagai top skor sementara Tripika Cup. Hingga turun minum, skor tetap imbang 1-1.
Babak Kedua: WHD Tancap Gas, KODIM Kehilangan Konsentrasi
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Kedua tim saling jual beli serangan dalam tempo tinggi. Namun, petaka menghampiri KODIM Bolmong setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah, usai menerima dua kartu kuning karena pelanggaran keras tanpa menyentuh bola.
Kondisi unggul jumlah pemain dimanfaatkan dengan sangat baik oleh WHD Connection. Delivio Mamukah tampil gemilang dengan mencetak dua gol plesing cantik gol comeback beruntun, mengubah kedudukan menjadi 3-1 untuk keunggulan WHD.
Dengan hasil ini, WHD Connection Nuangan dipastikan melaju ke babak 8 besar dan semakin memperkuat statusnya sebagai kuda hitam yang patut diwaspadai di Tripika Cup tahun ini.
“Ini sungguh di luar dugaan kami. Perjuangan anak-anak luar biasa. Kita akan lihat kejutan selanjutnya,” ujar Coach Muliono dengan asisten pelatih Wahyuda/ube dengan penuh semangat. ***














