Boltim, Buanatotabuan.co — Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Oskar Manoppo, turun langsung melihat kondisi salah satu rumah warga Desa Buyandi, koKecamatan Modayag, yang habis dilahap sijago merah, pada Minggu (26/10).

Kebakaran yang terjadi siang hari itu membakar rumah milik pasangan Wisnu Sugeha dan Rafika Kaulusan. Rumah sederhana mereka hanya menyisakan puing hitam legam dan atap seng yang melengkung akibat panas. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, namun dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yang menarik, kehadiran Bupati Oskar bukan bagian dari agenda resmi. Ia baru saja meninjau proyek air bersih di desa yang sama, dan ingin kembali ke Tutuyan. Namun begitu menerima laporan kebakaran, sang bupati langsung memerintahkan rombongan berbalik arah. “Jadi tahu ada kebakaran, saya langsung kembali ke lokasi. Ini musibah yang tidak diinginkan, dan saya bersyukur tidak ada korban jiwa,” katanya kepada warga.
Respons Cepat Seorang Pemimpin
Di lokasi, Bupati Oskar tak sekadar berdiri meninjau. Ia berjalan mendekati warga yang tengah membersihkan sisa kebakaran, berbincang dengan keluarga korban, dan menanyakan kronologi kejadian. Warga yang masih syok tampak lega dengan kehadiran langsung orang nomor satu di Boltim itu.
“Beliau baru saja dari sini meninjau proyek air bersih, tapi langsung kembali begitu tahu ada kebakaran. Ini jarang terjadi, pemimpin mau turun langsung di saat seperti ini,” ungkap salah satu warga Buyandi dengan mata berkaca-kaca.
Aksi cepat Bupati Oskar Manoppo mendapat apresiasi luas. Tak sedikit warga yang menganggap kehadirannya menjadi penenang di tengah suasana duka. Ia juga memastikan koordinasi segera dilakukan antara Pemerintah Desa, Dinas Sosial, dan BPBD untuk menyalurkan bantuan darurat.

“Kita akan membantu keluarga ini secepat mungkin. Saya minta pemerintah desa segera menyampaikan kebutuhan mendesak agar bisa segera ditangani,” kata Oskar dengan nada tegas namun tenang.
Antara Kepemimpinan dan Kepedulian
Bagi masyarakat Buyandi, momen ini bukan pertama kalinya Bupati Oskar hadir di tengah mereka. Sebelumnya, ia memang dikenal sering turun ke lapangan, bahkan di hari libur, meninjau proyek pembangunan, berdialog dengan warga, hingga ikut mendulang emas bersama ibu-ibu di sungai desa itu.
Namun kali ini berbeda. Ia datang bukan membawa kabar pembangunan, melainkan empati. “Musibah seperti ini mengingatkan kita untuk saling menjaga dan membantu. Pemerintah hadir untuk memastikan warga tidak sendirian menghadapi ujian,” ujarnya.
Langkah cepat dan rasa tanggung jawab seperti ini menampilkan bagaimana Oskar Manoppo membangun kepercayaan bukan lewat janji, tapi lewat tindakan nyata. Dalam setiap kunjungan lapangan, ia selalu menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tetapi tentang kehadiran pemimpin di saat rakyat membutuhkan.
Kunjungan Bupati Oskar ke lokasi kebakaran di Buyandi menjadi cerminan kepemimpinan yang humanis—pemimpin yang tak segan turun ke tanah, berbicara langsung dengan rakyat, dan menyentuh persoalan dari akar. Sebuah tindakan sederhana, namun bermakna besar bagi masyarakat tengah yang khawatir. ***














