Boltim, Buanatotabuan.co — Kapolres Bolaang Mongondow Timur (Boltim) AKBP Golfried Hasiholan, memberikan apresiasi dan rasa syukur atas terlaksananya Kabela Fest 2025, yang dirangkaikana dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Kabupaten Boltim dan HUT Bhayangkara ke-79, yang berjalan aman dan damai.

Kapolres Boltim, AKBP Golfried Hasiholan, yang turut hadir dalam perayaan tersebut, menyampaikan rasa haru dan bangganya bisa berada di tengah-tengah masyarakat Boltim yang hangat, tertib, dan penuh semangat kebersamaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir bukan sekadar untuk menjaga keamanan, tapi untuk menyatu bersama rakyat, merayakan hidup, merawat budaya, dan memperkuat solidaritas,” ungkap Kapolres dalam sambutannya.
Ia menegaskan, KABELA FEST 2025 bukan hanya pesta seni, tetapi juga gema budaya leluhur yang hidup kembali dalam denting musik, tarian tradisional, dan semangat gotong royong. Sementara HUT Bhayangkara ke-79 menjadi momen refleksi bagi institusi Polri untuk terus bertransformasi menjadi lebih humanis, profesional, dan dekat di hati rakyat.
Tak hanya itu, Kapolres juga mendapatkan kejutan luar biasa dari masyarakat Boltim. Penampilannya bersama penyanyi nasional asal Sulawesi Utara, Novia Bachmid, yang membawakan lagu “Sweet Child O’ Mine” di atas panggung Kabela Fest, berhasil mencuri perhatian dan menyentuh banyak hati.
“Itu bukan tentang suara saya, tapi tentang cinta dan energi persaudaraan kita yang nyata. Terima kasih untuk kejutan dan apresiasi dari masyarakat Boltim. Saya benar-benar tersentuh,” ujar Kapolres dengan penuh rasa syukur.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Daerah Boltim atas panggung kehormatan yang diberikan.
“Ini adalah bentuk kepercayaan yang tak ternilai, dan akan selalu saya ingat sebagai momen kedekatan yang penuh makna antara aparat dan rakyat,” tambahnya.
Di akhir penyampaiannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan merawat budaya sebagai kekuatan utama dalam membangun daerah.
“Syukurmoanto’, untuk setiap detik kebersamaan ini. Karena ketika rakyat bahagia dan budaya dirawat, maka keamanan menjadi perayaan, bukan sekadar kewajiban.”
Perayaan akbar ini menjadi simbol nyata bahwa Boltim bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan emosional antara pemerintah, aparat, dan rakyat. (***)














