Buanatotabuan.co,Buol-Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi persiapan Lomba Desa dan Kelurahan tingkat kabupaten, Selasa (11/02/2025), di ruang rapat Asisten I.
Rapat yang dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah, Drs. Moh. Kasim, M.Si, dihadiri oleh berbagai kepala dinas terkait untuk membahas persiapan dan mekanisme pelaksanaan lomba.
Dalam rapat tersebut, Kasim menegaskan jadwal penting yang telah diumumkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Evaluasi tingkat kabupaten akan dilaksanakan pada minggu kedua hingga minggu keempat bulan Maret 2025, sementara penilaian tingkat provinsi dijadwalkan pada minggu kedua hingga minggu keempat bulan Juni 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Dinas BPM-Pemdes Kabupaten Buol, Abdul Yani Saad, S.Sos, menjelaskan bahwa Lomba Desa memiliki tujuan strategis untuk mengevaluasi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan desa. “Kami tidak sekadar menilai administrasi, tetapi juga melihat dampak nyata program terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Inovasi dalam penilaian tahun ini terletak pada penggunaan aplikasi FDR (Fasilitas Data Rekapitulasi), sebuah sistem digital yang memungkinkan desa mengunggah dokumen dan kegiatan untuk evaluasi komprehensif. Mulai dari rapat desa, kerja bakti, pembangunan infrastruktur, hingga kegiatan Posyandu, semuanya akan dinilai secara objektif melalui bukti nyata, bukan sekadar laporan administratif.
Sistem penilaian berbasis data ini diharapkan dapat mendorong terciptanya desa-desa yang lebih maju, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi. Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen untuk mendorong transparansi dan efektivitas pemerintahan desa melalui evaluasi sistematis yang memperhatikan potensi dan kebutuhan setiap wilayah.
Kasim sendiri menekankan pentingnya koordinasi antarpihak dan berharap panitia lomba segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat agar proses penilaian dapat berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan pendekatan ini, diharapkan Lomba Desa dan Kelurahan 2025 dapat menjadi ajang untuk mendorong inovasi dan pembangunan di tingkat basis pemerintahan.
(**/Fikri)














