Boltim, Buanatotabuan.co — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Pemkab Boltim) menggelar kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoU) antara Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra, Senin (23/06/25). Kegiatan ini dirangkaikan dengan Rapat Persiapan Lomba PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan yang berlangsung penuh semangat kolaboratif ini menegaskan komitmen Pemkab Boltim untuk membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan. Fokus utama diarahkan pada pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam pengembangan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Boltim, Oskar Manoppo, S.E., M.M., dalam sambutannya menyebut bahwa TP-PKK merupakan mitra strategis pemerintah dengan peran penting dalam mempercepat pembangunan berbasis keluarga. Ia menyebut PKK menyentuh langsung sektor-sektor kunci kehidupan masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.
“PKK bukan sekadar pelengkap, tetapi mitra sejajar dalam pembangunan. Melalui kerja sama ini, kita membangun keluarga yang sehat, berpendidikan, produktif, dan sejahtera—pondasi dari masyarakat yang tangguh,” tegas Oskar.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh dari seluruh OPD, baik dalam bentuk kebijakan, perencanaan, maupun alokasi sumber daya. Ia berharap keikutsertaan Boltim dalam Lomba PKK Tingkat Provinsi bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi cerminan dari capaian konkret di lapangan.
“Kita tidak hadir hanya sebagai peserta lomba. Kita ingin tampil dengan persiapan matang, menunjukkan capaian nyata dari kerja keras bersama, dan membuktikan bahwa Boltim adalah daerah yang siap bersaing secara bermartabat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Boltim, Rosita Manoppo-Pobela, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Boltim dan seluruh mitra OPD atas komitmen bersama dalam membangun kolaborasi kelembagaan.
“Penandatanganan ini bukan hanya wujud komitmen administratif, melainkan simbol sinergi konkret antara TP-PKK dan OPD. Kami ingin memastikan setiap program memiliki arah yang jelas, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Rosita.
Ia juga menekankan bahwa Lomba PKK Tingkat Provinsi akan menjadi sarana evaluasi terhadap implementasi 10 Program Pokok PKK, sekaligus panggung untuk menampilkan dedikasi gerakan PKK di Boltim.
“Momentum ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang evaluasi atas pengabdian kami di lapangan. Mari kita jadikan lomba ini sebagai ajang unjuk kinerja, dedikasi, dan kehormatan gerakan pemberdayaan keluarga di Boltim,” tutupnya.
Kegiatan ditutup dengan doa dan semangat kebersamaan. Pemkab Boltim percaya bahwa dengan kolaborasi yang kuat, program-program pemberdayaan berbasis keluarga dapat menjadi motor penggerak dalam membangun desa yang maju dan masyarakat yang sejahtera.***














