BuanaTotabuan.co, Matinan – Wakil Bupati (Wabup) kabupaten Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH, menghadiri kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Raya Ketupat di Desa Matinan, Senin pagi (07/04/2025).
Kegiatan ini berlangsung meriah, berbagai kalangan masyarakat serta pemerintah setempat menghangatkan suasana kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh masyarakat Desa Matinan yang telah sukses menyelenggarakan acara tahunan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat mengapresiasi penuh apa yang menjadi kegiatan bapak ibu sekalian. Ini merupakan tradisi yang patut dicontohi desa-desa lain,” ujar Wabup.
Lebih lanjut, Wabup juga menyampaikan harapan agar tradisi Hari Ketupat ini dapat terus dijaga guna mempererat semangat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah desa.
“Kalau perlu, kita buat Tugu Ketupat di desa ini agar menjadi ikon tersendiri. Saya yakin Desa Matinan bisa menjadi contoh yang baik, terutama dalam perayaan Hari Ketupat ini,” tambahnya.
Di tengah sambutannya, Wabup juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan meski di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menyebut bahwa Buol merupakan salah satu daerah dengan pendapatan terendah di Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai langkah strategis.
“Ini menjadi PR kita bersama, khususnya pemerintah daerah. Namun kami tetap berupaya dan akan terus berjuang demi stabilitas perekonomian daerah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Matinan, Yusran MB. Said, mengaku bangga dan terhormat atas kehadiran Wabup di tengah-tengah masyarakat.
Ia menilai, kehadiran pemerintah daerah menjadi penyemangat tersendiri bagi warga untuk terus menjaga tradisi yang telah berjalan selama tujuh tahun berturut-turut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran Pak Wakil Bupati. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami, baik pemerintah desa maupun masyarakat Desa Matinan,” tuturnya.
Yusran juga mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Semoga kita tetap konsisten menjaga tradisi ini sehingga bisa menjadi contoh yang baik bagi desa lain,” tutupnya.














