Boltim, Buanatotabuan.co — Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, menghadiri Upacara Adat Tulude dan Ibadah Syukuran Tulude Kabupaten Boltim yang digelar di Desa Jiko Bersatu, Kecamatan Modayag Barat, Kamis (5/2).

Kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus meriah, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan dalam keberagaman budaya di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Adat Tulude merupakan tradisi sakral masyarakat Nusa Utara yang berasal dari Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro.
Upacara ini dilaksanakan setiap awal tahun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang telah dilewati, sekaligus menjadi simbol pelepasan tahun lama dan penyambutan tahun baru dengan harapan serta semangat baru.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi penyambutan adat kepada Bupati dan rombongan, dilanjutkan dengan penyerahan kue adat tamo, makanan khas yang memiliki makna spiritual mendalam dalam perayaan Tulude.
Puncak acara ditandai dengan prosesi sakral pemotongan kue tamo oleh tokoh adat, yang disaksikan oleh masyarakat dan tamu undangan.
Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pelaksanaan Adat Tulude di Boltim menjadi bukti nyata bahwa keberagaman budaya mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Menurutnya, meski Tulude berasal dari Nusa Utara, tradisi tersebut kini telah menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Boltim.
“Ini adalah momentum istimewa. Kita menyaksikan langsung bagaimana budaya yang berasal dari daerah lain dapat tumbuh dan hidup bersama di Boltim. Inilah wajah keberagaman yang memperkuat persatuan,” ujar Oskar.
Ia menambahkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan latar belakang sosial bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang memperkaya identitas daerah.
Nilai-nilai toleransi dan persaudaraan yang terkandung dalam Adat Tulude dinilai sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang inklusif.
Bupati juga menjelaskan makna filosofis kue tamo yang menjadi inti upacara Tulude.
Menurutnya, kue tersebut merupakan simbol pusat spiritualitas dan harapan baru bagi masyarakat, sehingga proses pemotongannya memiliki nilai sakral yang mendalam.
Pada kesempatan tersebut, Oskar Manoppo mengungkapkan rencana Pemerintah Kabupaten Boltim untuk menggelar perayaan Adat Tulude dalam skala yang lebih besar pada tahun 2027 mendatang.
Perayaan tersebut direncanakan akan dipusatkan di Kantor Bupati Boltim agar dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dan ASN.
“Insya Allah tahun 2027 nanti, Tulude akan kita gelar lebih besar dan meriah, agar semakin dikenal dan menjadi bagian dari identitas budaya Boltim,” tuturnya.

Acara ditutup dengan penampilan tarian adat Ampa Wayer dan Masamper yang dibawakan oleh masyarakat bersama Bupati.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan pun terasa kuat, menegaskan semangat persaudaraan lintas budaya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Upacara ini turut dihadiri unsur Forkopimda Boltim, Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, anggota DPRD, pimpinan OPD, serta tenaga ahli Bupati.***














