Boltim, Buanatotabuan.co — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam meningkatkan layanan kesehatan kian nyata. Bupati Boltim, Oskar Manoppo, turun langsung meninjau progres penyiapan lahan (landscape) untuk pembangunan tambahan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Boltim di Desa Sumberejo, Kecamatan Modayag, Kamis (23/04/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan tahapan awal pembangunan berjalan sesuai standar kualitas serta target waktu yang telah ditetapkan. Pekerjaan landscape menjadi fondasi penting sebelum memasuki tahap konstruksi gedung utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang didanai melalui APBD Tahun 2026 ini ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sebagai bagian dari percepatan pembangunan fasilitas kesehatan berskala besar di daerah tersebut.
Di sela peninjauan, Bupati Oskar Manoppo menegaskan pentingnya kedisiplinan dan manajemen waktu kepada pihak pelaksana proyek.
“Pekerjaan landscape ini adalah pintu masuk bagi kelanjutan pembangunan gedung rumah sakit. Dengan waktu pelaksanaan yang hanya 60 hari kalender, saya berharap seluruh pihak bekerja profesional, efektif, dan tepat waktu. Manajemen waktu adalah kunci utama,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa pembangunan lanjutan RSUD Boltim merupakan hasil koordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat. Kabupaten Boltim berhasil memperoleh dukungan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan dengan nilai lebih dari Rp100 miliar.
“Pembangunan fisiknya akan langsung dimulai tahun ini. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang representatif dan berkualitas bagi masyarakat Boltim,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati turut didampingi oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Direktur RSUD Boltim, serta jajaran pimpinan instansi teknis terkait.
Kehadiran tim teknis ini bertujuan untuk mengevaluasi secara langsung berbagai potensi kendala di lapangan, sehingga proses transisi dari tahap penyiapan lahan menuju pembangunan fisik dapat berjalan lancar tanpa hambatan, baik administratif maupun teknis.***














