Boltim, Buanatotabuan.co — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan yang diraih utusan daerah pada ajang Grand Final Pemilihan Duta Cegah Stunting Remaja Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Manado Town Square pada Jumat (24/4/2026) tersebut merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendorong peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam pencegahan stunting melalui pendekatan edukatif, komunikatif, dan kreatif.
Pada ajang bergengsi ini, Kabupaten Boltim mengutus dua finalis terbaik, yakni Mohammad Fahdil Mamonto dan Cahaya Nasrani Koagow. Keduanya tampil optimal dan mampu bersaing dengan 30 finalis dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, Cahaya Nasrani Koagow berhasil meraih Juara II (Runner-up) Duta Cegah Stunting Remaja Putri, sementara Mohammad Fahdil Mamonto sukses menembus enam besar finalis terbaik kategori putra.
Dalam ajang tersebut, Ketua TP-PKK Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, turut hadir langsung memberikan dukungan kepada para finalis utusan Boltim. Kehadirannya menjadi bentuk komitmen TP-PKK dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berkontribusi aktif dalam program-program kesehatan masyarakat.
Bupati Bolaang Mongondow Timur, Oskar Manoppo, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa generasi muda Boltim memiliki potensi, daya saing, serta komitmen dalam mendukung program prioritas daerah, khususnya percepatan penurunan stunting.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi daerah. Kami berharap para duta dapat terus berperan aktif sebagai agen perubahan, mengedukasi masyarakat, serta menjadi pelopor dalam upaya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar hasil kompetisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Para duta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya.
Sebelum memasuki grand final, seluruh peserta telah mengikuti masa karantina dan pembekalan selama dua hari, pada 22–23 April 2026, di UPTD Bapelkes Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Berbagai materi diberikan, di antaranya terkait stunting dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), peran remaja dalam pencegahan stunting, kesehatan jiwa, penyusunan rencana aksi, etika, serta teknik public speaking.
Pemerintah Kabupaten Boltim terus berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting. Melalui keterlibatan aktif generasi muda, diharapkan tercipta kesadaran kolektif serta gerakan berkelanjutan dalam mewujudkan generasi Boltim yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju masa depan yang lebih baik.***














