Boltim, Buanatotabuan.co — Pemerintah mendukung penuh kelompok usaha masyarakat pesisir agar meningkat, tidak hanya produktif, tetapi juga mampu berkembang dan menembus pasar, menjadi perhatian Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Rosita Pobela, SE., M.Si., mendorong kelompok Program Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) memperkuat kemampuan dalam mengelola usaha, mulai dari keuangan hingga pemasaran produk.Waktu & Kalender
Dorongan itu disampaikan Rosita saat membuka Training Peningkatan Kapasitas Manajemen Usaha Kelompok Perikanan melalui program PAAP di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Boltim, Tutuyan, Rabu, 2 September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 2-4 September 2026, tersebut mempertemukan kelompok masyarakat pesisir dengan materi yang berkaitan langsung dengan pengembangan usaha.
Sejumlah kelompok PAAP dari kawasan Kumeke Nanas, yakni Kelompok Elang Laut dan Jiko Laga Sengkanaung Tongogina, serta Kelompok Simpan Pinjam PAAP, ikut dalam kegiatan tersebut.
Bagi Rosita, peningkatan kapasitas menjadi bagian penting dalam mengubah potensi perikanan menjadi sumber pendapatan yang lebih kuat bagi keluarga pesisir. Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk saja belum cukup apabila tidak dibarengi dengan tata kelola usaha yang baik.
Ia menilai kelompok perlu memahami pengelolaan keuangan, perencanaan produksi, mutu pangan, pengemasan, legalitas usaha hingga strategi pemasaran.
“Pelatihan ini sangat penting untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan kelompok PAAP dalam mengelola usahanya secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Rosita.
TP-PKK Boltim, lanjutnya, juga membuka peluang untuk membantu memperkenalkan produk kelompok melalui berbagai kegiatan yang melibatkan PKK, termasuk pameran dan bazar.Referensi Umum
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi produk masyarakat pesisir untuk lebih dikenal sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Rosita berharap pelatihan tidak berhenti setelah peserta menyelesaikan rangkaian materi. Ia mendorong agar kolaborasi dengan berbagai pihak dilanjutkan dalam bentuk pendampingan sehingga kelompok memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan usaha.
“Kelompok PAAP diharapkan mampu menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki legalitas, dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar,” ujarnya.
Di sisi lain, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir tetap harus berjalan beriringan dengan menjaga sumber daya laut. Peningkatan pendapatan tidak boleh mengorbankan keberlanjutan perikanan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi RARE Indonesia bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Boltim. Sejumlah instansi turut hadir dalam pembukaan, di antaranya perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Utara, RARE Indonesia, Dinas Perikanan Boltim, Dinas Perindagkop, Dinas PTSP serta Dinas Kominfo.
Melalui pelatihan tersebut, TP-PKK Boltim mendorong agar kelompok masyarakat pesisir tidak berhenti pada aktivitas produksi, tetapi mulai membangun usaha yang lebih tertata, memiliki legalitas dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi keluarga.**














